Selasa, 11 November 2014 0 komentar

Pertemuan Pertama

Doc : Pribadi


Sejak aku mendengarkan suara kecil Ovee di telinga sisi kananku, aku merasa dia juga suka padaku, namun aku masih ragu. lha wong ketemu aja belum kok wez suka....

Aku memang sudah beberapa kali mendengarkan suara Ovee empat minggu trakhir ini, sejak Ovee aku apusi lewat obrolan chat yang mengatakan kuota internet aku habis dan aku menyarakan dia untuk sms. Ketika itu pula aku tahu nomor dia.

Ini bukan licik saudara-saudara tapi ini strategi mendapatkan nomor cewek yang kita suka...hehehe

Ovee yang aku kenal lewat chat masih saja seperti kemarin, tidak pernah lepas dengan pertanyaan klasik.

"Km lagi ngapain?"

Pertanyaan yang selalu di ulang setiap mengawali chat, sms, dan telepon. Ya. Itulah Ovee yang selalu perhatian tentang aku hingga saat ini.

Dari mata turun ke hati, begitu orang bijak berkata tentang cinta dan instrumennya ketika pandangan perta. Begitu juga dengan aku dan Ovee saat ini. September ini aku mau bertemu Ovee untuk pertama kalinya diterminal Surabaya.

Ya. Terminal....
Iya. Di Terminal..... Kenapa? Ada yang salah?

Terminal memang kami tunjuk untuk tempat bertemu yang paling mudah dan simpel, toh setelah ketemu kita langsung cabut untuk jalan-jalan.

Ovee saat itu setuju dengan ajakan aku prihal menjadi teman dalam liburannya kali ini di Papuma dan Ijen. Aku beberapa kali meyakinkan Ovee untuk percaya dengan aku, dan akhirnya Ovee percaya dan mau aku kancani jalan-jalan.

Ovee saat itu menunggu aku di mushola Terminal Purabaya yang biasa dikenal dengan nama Terminal Bungurasih. Dia memakai jaket tahan dingin warna pink, perkenalan kedua kami singkat, hanya berjabat tangan dan diteruskan bertegur sapa sebentar sebelum aku mengajak dia makan malam.

Makan malam kami tak jauh dari mushola, kami makan di warung sebelah tempat parkir sepeda motor terminal. Aku memesan nasi campur dengan lauk ayam goreng, dan minum teh hangat, Ovee juga memilih sama sepertiku karena dia gak mau repot-repot memilih lauk yang banyak di pajang.

Ovee dalam cahaya remang dia terlihat cantik, dibawah lampu hemat energi juga tetap cantik.... hehehehe kok malah seperti dialog dalam film "Tanah Suga Katanya", saat Doker Intel yang diperankan oleh Ringgo merayu ibu guru Astuti yang sedang memegang obor.

Kembali Kecerita

Aku dan Ovee melanjutakan perbincangan kami setelah makan, perbincangan yang disambung berjalan mencari bus hingga naik bus antar kota antar propinsi (AKAP) jurusan Madura - Denpasar. Di Bus Damri yang ramai aku dan Ovee duduk dipaling belakang,dan memang hanya ini kursi yang tersisa.

Ovee mulai mengantuk, setelah kami pacapa dari A sampai Z. Aku yang semakin akrab tak lagi sungkan memberikan sandaran untuk Ovee supaya meletakkan kepalanya di bahuku. Aku memang tak punya badan yang besar dan memiliki bahu yang lapang nan empuk,  tapi setidaknya gulungan kain jaket di bahu bisa memberi suasana nyaman saat Ovee bersandar.

Empat jam berlalu dan kami sampai diterminal Jember, susu jahe hangat dan nasi goreng menjadi menu tengah malam kami. Aku masih ingat, ketika itu kami makan di depan kantor P.O Lorena yang baru, dan kami makan sembari bersandar dipagar besi kantor. Ngemper sejenak sebelum nantinya lanjut berkendara.

Ngantuk.

Begitu yang aku rasa saat perjalanan pertama dari terminal ke pantai Papuma di tengah malam yang sunyi, ditambah lagi Desa Watu Ulo saat itu lagi mati lampu. Jelas bukan kabar baik buat Ovee yang takut dengan gelap.

Jari-jemari Ovee memegang erat sisi-sisi jaket yang aku kenakan. Dia masih enggan untuk memeluk orang yang baru dia kenal, jadi hanya memegang erat jaket yang aku kenakan untuk menunjukan rasa takutnya saat itu.

Aku dan Ovee menghabiskan malam di papuma, dengan api unggun yang Black buat. Black adalah seoarang teman yang kerja di papuma sebagai keryawan lepas. Kami kemudian berjalan keliling tanjung setelah matahari mulai terlihat terang.

Tidak sampai disitu, aku dan Ovee juga mengunjungi dusun ungkalan untuk melihat kebun semangka. Berharap ada petani semangka yang mau memberi semangka pada kami. :)
Sabtu, 01 November 2014 0 komentar

Lebah Madu


PP Ovee pertama aku kenal
Setelah tanda tangan surat putus hubungan kerja (PHK) di Karawang, Februari 2013 aku melakoni hobi yang terpendam beberapa saat yang lalu dengan membeli kamera DSLR merek Canon. Dari teman facebook yang ada di Jember pertengahan bulan April.

Hobi jalan-jalan (gak pakek Men), dan to fotoan  mewarnai hariku. Tentang belajar foto aku ditemani Mas Windi dan Bang Korep. Mas Windi yang mengajari aku tentang mengatur kamera secara manual, komposisi, dan foto capung dengan ilmu katon. sedangkan Bang Korep yang mengoreksi hasil jepretan yang awal-awal aku potret. Aku dulunya terbiasa pakek mode Auto saat pakai kamera DSLR dan Camdic sebelum aku memiliki kamera yang ini.

Keseringan liat foto-foto ajib dibeberapa situs yang aku kenal, menjadikan aku tambah ketagihan untuk motret. Intensitas jalan-jalan juga menjadi naik seiring mulai terbiasa motret, dan aku masih gak begitu minat untuk motret model, karena keinginan aku yang kuat untuk mendahulukan memotret alam sekitar, sebab aku punya asalan jika gak dipotret sekarang tempat itu berubah menjadi tak seindah dulu nantinya.

Landscape.

Foto Landscape ini yang membuat tangan ini gatel untuk menjepret. Foto hasil jepretan rata-rata aku bagikan lewat media sosial facebook. Aku punya pemikiran, ketika foto-foto yang aku hasilakan diunggah maka akan banyak orang yang lihat dan aku mendapat input sebuah kritik atau saran dari sana, sehingga aku makin tahu apa kekurangan yang harus aku perbaiki.

Keseringan jalan dipegunungan Ijen membuat stock foto pegunungan ikut menggunung. Sehingga hampir setiap hari aku unggah foto-foto yang aku punya, entah itu bagus atau jelek menurut presepsiku yang penting saat itu aku harus unggah agar memori laptop tak kedodoran.

Alhasil, like demi like aku dapat. Senang rasanya walau kadang aku rasa orang like foto hanya karena foto yang aku unggah muncul dipermukaan berandanya, dan bukan karena nilai yang dia berikan. Setidaknya itu sudah menjadi penyemangat aku untuk tetap berkarya.

Sampai suatu saat aku mendapatkan pesan singkat lewat inbox facebook ditanggal 02 Agustus 2013.
"Haai bee, ,, :D "  Begitu isi pesan dari cewek dengan nama alay menyapaku, seolah-olah aku ini mirip Lebah Madu sampai dia menuliskan Bee
 "Yuhu" begitu aku membalasnya dan memulai percakapan lebih lanjut.

Aku yang penasaran dengan Ovee Syalalabeibeh Missrouet membuat aku membuka profilnya. ketika itu foto profil yang dia pasang menggenakan kerudung orange dan baju hitam berpadu dengan warna orange juga. 

"Ow... Lek iki wes nikah iki koyok'e" begitu dalam fikirku tanpa aku melihat lebih lanjut foto-foto berikutnya.

Obrolan dalam chat facebook begitu panjang sampai aku salah tentang perkiraan aku soal statusnya. Dia belum menikah rupanya. Tentu kabar baik buat aku, namun tidak jika dia sudah punya gebetan atau pacar.  Karena Obrolan panjang juga membuat aku tahu kenapa dia membuat pesan pendek kepadaku. Jelas bukan karena kegantengan ku, sebab kegantengan ku hanya bisa dilihat oleh Bapak Ibu saja.

Foto.

Ya. Karena foto yang aku unggah cewek dengan nama yang sulit dibaca itu membuat pesan singkat kepadaku. Sampai akhirnya aku menawarkan diri menjadi guide perjalanannya ke Ijen nanti. Tempat yang sedang dia idamkan. Dia langsung setuju ketika itu, namun itu harapku. Tapi pada kenyataanya dia tak memberi jawaban, yang ada malah mengalihkan pembicaraan. Mungkin aku terlalu buru-buru untuk sebuah ajakan pada teman yang baru mulai menyapa.

Beberapa hari ini cewek yang memperkenalkan namanya Ovee (dibaca Ovi) itu kembali mewarnai facebook, chatingan yang terus menerus membuat aku semakin akrab dengannya. Sudah bosan dengan meminta nomornya secara blak-blakan dan gak pernah dikasi, akhirnya aku putusnya untuk ngapusi dia dengan alasan sibuk.

"Lanjut lewat sms aja ya....."

Begitu isi pesan trakhirku ditengah percakapan yang seru sembari mencantumkan nomor telepon aku yang masih menggunakan M3.
15 menit yang terasa 1 jam berjalan tanpa ada dering sms, hanya tik tok tik tok dari jam dinding terus mengiring. Huft..... :(

Sia-sia modus seperti itu untuk Ovee.

Sebagai cowok yang penasaran terhadap cewek, tentu saja aku mencari cara lain untuk mendapatkan nomor telepon cewek yang menjadikan perasaan ini gak karu-karuan. Memang pada saat itu aku sudah merasa suka, lebih tepatnya ada benih suka pada ovee ini yang mendorong aku untuk mendapatkan nomor teleponnya. Sebab jika tetap di facebook, aku bakalan berperang dengan kuota internet untuk berhunguan dengannya.

0 komentar

Sedari Facebook


Karikaturis : M Afwan Fathul Barry

Namaku Vj Lie, ya setidaknya orang-orang memanggilku seperti itu walau nama asliku Mohamat Solihin. Gak ada nyambung-nyambungnya memang, tapi kalau tahu awal mulanya pasti nyambung gan. 

Nama itu begitu melekat di temen-temen dunia maya sejak awal 2012. Awalnya iseng aja memakai nama itu, sedang santai sore yang panas aku sempatkan pergi ke warnet yang dijaga Mbak Nur (entah siapa nama kepanjangannya), warnet di kota karawang inilah nama itu aku dapetin. Aku yang lagi asik berselancar disuguhi berita dari ajang pencarian Vj di MTV, nama programnya Vj Hunt. Karena program itu iseng-iseng ganti nama facebook (FB) pakek nama depan Vj, kemudian muncul ide nama-nama belakang yang aku ambil dari "Solihin" untuk aku sandingkan bersama Vj.

Mulai dari Vj Sol, Vj Li, Vj Hin, akhirnya tertarik pakek nama Vj Li, namun penulisan yang kurang menarik, jadi aku tambahin pakek "e".

Taraaaaaa........ Jadilah nama Vj Lie

Mau dikata alay, ya emang alay. 
Waktu itu fb hanya aku pakek cari temen maya, chating diwaktu senggang sambil ngabisin teh beberapa botol di warnet gara-gara gak betah dikontrakan dengan suhu panas Karawang. Jujur, karena hanya di warnet bisa nikmatin udara dingin selain di tempat kerja.

Nama Vj Lie ini yang kemudian aku pakek lama banget dan sampek gak tahu kalau fb sudah membatasi pergantian nama. Kabar buruk memang buat aku setelah aku tahu peraturan baru itu, sebab nama akun fb aku ini sebelumnya gak lebih baik dari nama Vj Lie. 

Ya. Makin alay tentunya.

Akhir 2012 aku mengusulkan nama Mohamat Solihin tercantum menggantikan nama yang pernah aku pakek sebelum nama Vj Lie, dan alhamdulillah sukses. Namun karena nama Vj Lie sudah mengenal nama Mohamat Solihin aku simpan, tapi aku cantumkan sebagai nama lain yang tertera dibawah nama Vj Lie disaat profil dibuka.

Sedari tahun 2009 aku mengenal fb dan semakin lama semakin banyak teman dan beberapa sudah bertemu di dunia maya, tentu saja selain temen fb yang sekaligus temen kerja. Aku menjadikan akun ini tidak lagi dibuat guyonan  ya sejak sering ketemu dengan temen maya jadi nyata sekaligus aku mendapat manfaatnya.Mulai deh memilih teman, menghapus perteman yang akunnya dobel, sampai membersihkan fun page yang biru-biru.

Sekarang nama Vj Lie sudah menjadi benar-benar penghuni dunia maya dan nyata, entah ini bertahan sampai kapan, yang jelas Mohamat Solihin itu ya Vj Lie.
 
;