Sabtu, 01 November 2014

Lebah Madu


PP Ovee pertama aku kenal
Setelah tanda tangan surat putus hubungan kerja (PHK) di Karawang, Februari 2013 aku melakoni hobi yang terpendam beberapa saat yang lalu dengan membeli kamera DSLR merek Canon. Dari teman facebook yang ada di Jember pertengahan bulan April.

Hobi jalan-jalan (gak pakek Men), dan to fotoan  mewarnai hariku. Tentang belajar foto aku ditemani Mas Windi dan Bang Korep. Mas Windi yang mengajari aku tentang mengatur kamera secara manual, komposisi, dan foto capung dengan ilmu katon. sedangkan Bang Korep yang mengoreksi hasil jepretan yang awal-awal aku potret. Aku dulunya terbiasa pakek mode Auto saat pakai kamera DSLR dan Camdic sebelum aku memiliki kamera yang ini.

Keseringan liat foto-foto ajib dibeberapa situs yang aku kenal, menjadikan aku tambah ketagihan untuk motret. Intensitas jalan-jalan juga menjadi naik seiring mulai terbiasa motret, dan aku masih gak begitu minat untuk motret model, karena keinginan aku yang kuat untuk mendahulukan memotret alam sekitar, sebab aku punya asalan jika gak dipotret sekarang tempat itu berubah menjadi tak seindah dulu nantinya.

Landscape.

Foto Landscape ini yang membuat tangan ini gatel untuk menjepret. Foto hasil jepretan rata-rata aku bagikan lewat media sosial facebook. Aku punya pemikiran, ketika foto-foto yang aku hasilakan diunggah maka akan banyak orang yang lihat dan aku mendapat input sebuah kritik atau saran dari sana, sehingga aku makin tahu apa kekurangan yang harus aku perbaiki.

Keseringan jalan dipegunungan Ijen membuat stock foto pegunungan ikut menggunung. Sehingga hampir setiap hari aku unggah foto-foto yang aku punya, entah itu bagus atau jelek menurut presepsiku yang penting saat itu aku harus unggah agar memori laptop tak kedodoran.

Alhasil, like demi like aku dapat. Senang rasanya walau kadang aku rasa orang like foto hanya karena foto yang aku unggah muncul dipermukaan berandanya, dan bukan karena nilai yang dia berikan. Setidaknya itu sudah menjadi penyemangat aku untuk tetap berkarya.

Sampai suatu saat aku mendapatkan pesan singkat lewat inbox facebook ditanggal 02 Agustus 2013.
"Haai bee, ,, :D "  Begitu isi pesan dari cewek dengan nama alay menyapaku, seolah-olah aku ini mirip Lebah Madu sampai dia menuliskan Bee
 "Yuhu" begitu aku membalasnya dan memulai percakapan lebih lanjut.

Aku yang penasaran dengan Ovee Syalalabeibeh Missrouet membuat aku membuka profilnya. ketika itu foto profil yang dia pasang menggenakan kerudung orange dan baju hitam berpadu dengan warna orange juga. 

"Ow... Lek iki wes nikah iki koyok'e" begitu dalam fikirku tanpa aku melihat lebih lanjut foto-foto berikutnya.

Obrolan dalam chat facebook begitu panjang sampai aku salah tentang perkiraan aku soal statusnya. Dia belum menikah rupanya. Tentu kabar baik buat aku, namun tidak jika dia sudah punya gebetan atau pacar.  Karena Obrolan panjang juga membuat aku tahu kenapa dia membuat pesan pendek kepadaku. Jelas bukan karena kegantengan ku, sebab kegantengan ku hanya bisa dilihat oleh Bapak Ibu saja.

Foto.

Ya. Karena foto yang aku unggah cewek dengan nama yang sulit dibaca itu membuat pesan singkat kepadaku. Sampai akhirnya aku menawarkan diri menjadi guide perjalanannya ke Ijen nanti. Tempat yang sedang dia idamkan. Dia langsung setuju ketika itu, namun itu harapku. Tapi pada kenyataanya dia tak memberi jawaban, yang ada malah mengalihkan pembicaraan. Mungkin aku terlalu buru-buru untuk sebuah ajakan pada teman yang baru mulai menyapa.

Beberapa hari ini cewek yang memperkenalkan namanya Ovee (dibaca Ovi) itu kembali mewarnai facebook, chatingan yang terus menerus membuat aku semakin akrab dengannya. Sudah bosan dengan meminta nomornya secara blak-blakan dan gak pernah dikasi, akhirnya aku putusnya untuk ngapusi dia dengan alasan sibuk.

"Lanjut lewat sms aja ya....."

Begitu isi pesan trakhirku ditengah percakapan yang seru sembari mencantumkan nomor telepon aku yang masih menggunakan M3.
15 menit yang terasa 1 jam berjalan tanpa ada dering sms, hanya tik tok tik tok dari jam dinding terus mengiring. Huft..... :(

Sia-sia modus seperti itu untuk Ovee.

Sebagai cowok yang penasaran terhadap cewek, tentu saja aku mencari cara lain untuk mendapatkan nomor telepon cewek yang menjadikan perasaan ini gak karu-karuan. Memang pada saat itu aku sudah merasa suka, lebih tepatnya ada benih suka pada ovee ini yang mendorong aku untuk mendapatkan nomor teleponnya. Sebab jika tetap di facebook, aku bakalan berperang dengan kuota internet untuk berhunguan dengannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;