![]() |
| Doc : May Verisan |
Sebutan garwo dijadikan sebagai ungkapan setelah seorang laki-laki dan perempuan yang sebelumnya bercerai berai kemudian dipersatukan dalam ikatan suci yang disebut pernikahan agar saling melengkapi satu sama lain.
Dalam ikatan suci, untuk saling melengkapi maka seorang suami akan menjadikan jiwa sang istri sebagai separuh jiwanya, begitu pula seorang istri akan menjadikan jiwa sang suami sebagai separuh jiwanya, sehingga masing-masing saling memiliki separuh jiwa pasangannya agar dapat saling mengisi, memahami, melengkapi, menyayangi, dan menjaga satu sama lain. Disitulah letak kesakralan dalam pernikahan.
Deskripsi diatas membuat saya termotifasi untuk membuat blog ini sebagai blog yang saya tulis tentang kisah asam, manisnya keluagra yang saya bangun bersama istri. Sedari awal saya mengenal hingga saat ini.
Mohamat Solihin & Eka Shofiyana

0 komentar:
Posting Komentar